Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Redirect 301 dan Fungsinya

Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Redirect 301 dan Fungsinya

Setelah membaca tulisan ini, bisa dipastikan Anda akan jauh lebih memahami apa itu “redirect 301” dan fungsinya. Bagi yang sudah familiar dengan istilah tersebut, tidak ada salahnya untuk me-refresh kembali pengetahuannya pada topik ini.

Mari kita mulai dengan pengertiannya: Redirect 301 adalah kode respon HTTP yang digunakan untuk me-redirect atau mengalihkan pengunjung web dari URL yang direquest ke URL (utama) lainnya.
Bagi robot search engine, kode redirect 301 mengindikasikan bahwa suatu website telah berpindah ke halaman baru. Sehingga, URL web yang lama tidak lagi digunakan.

Kapan redirect 301 digunakan?
Contoh klasik penggunaan redirect 301 adalah ketika terdapat dua website dengan nama yang sama dan hanya dibedakan dari ada tidaknya www. Bagi manusia, hal ini munkin tidak berarti banyak. Tapi bagi search engine, perbedaan ini sangatlah berarti karena dianggap sebagai dua website yang berbeda. Jika Anda tidak menggunakan redirect 301 dalam situasi seperti ini, imbasnya akan sangat buruk pada SEO website Anda. Hal ini dikarenakan adanya duplikasi konten dan distribusi kewenangan dari website tersebut. Nah, pada kasus ini redirect 301 dapat diumpamakan sebagai lem yang merekatkan banyak URL yang berbeda dan mengkalibrasi ulang indicator pembagian kewenangan pada website. Kami yakin Anda dapat menghemat 90 – 99% dari berat referensi URL eksternal.

Redirect 301 dari satu laman ke laman lain biasa digunakan jika URL pada alamat satu dengan lainnya telah berubah karena alasan tertentu, tetapi Anda tidak ingin kehilangan posisi dari URL lama di hasil pencarian search engine.

Gunakan Redirect 301 pada website yang telah dipindahkan ke domain lain. Hal ini adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Sebagai tambahan, Anda akan diharuskan mentransfer seluruh beban dan kewenangan dari URL eksternal yang lama, mengakumulasi lalu lintas pencarian yang sudah diindeks dan database dari klien Anda yang mungkin pernah menandai URL web lama Anda ke Favorit dan Bookmark.

Apabila terdapat duplikasi dari konten website, redirect 301 bisa menjadi solusi yang baik untuk digunakan. Cara paling mudahnya, tentu saja dengan menghapus materi-materi yang umum/tidak unik. Tapi tentunya tidak ada yang melarang jika Anda ingin mengalihkannya langsung ke laman web lain. Jadi, search engine hanya akan mengindeks salah satu konten saja. Cara ini dapat digunakan untuk menghindari peringatan dan penalti dari search engine atas konten yang terduplikasi.

Jika Anda tidak ingin membuang URL yang sudah tidak terpakai, Anda dapat menggunakan fungsi redirect 301 (URL yang mengarah ke halaman kosong, tidak akan lagi dapat menyesatkan pengunjung dan search engine).

Cara memasang redirect 301. Terdapat beberapa pilihan cara, diantaranya:
1. Cara termudah adalah dengan mengatur redirect 301 langsung di source code laman yang ingin diarahkan ke alamat baru. Untuk mewujudkannya, Anda harus menyisipkan baris berikut di awal kodenya:

Metode ini cocok jika Anda memiliki laman web yang tidak banyak untuk dialihkan.

2. Opsi lain untuk memasang redirect 301 adalah dengan file konfigurasi server .htaccess. Untuk menginstal redirect 301 dari satu laman ke laman lain, gunakan perintah berikut:

3. Melalui .htaccess menggunakan mod_rewrite. Jika modul ini diaktifkan, misalnya, untuk mengalihkan dari WWW ke alamat yang tidak mengandung WWW, redirect 301 akan terlihat seperti ini:

Selain contoh di atas, opsi ini digunakan dalam kasus di mana perlu dilakukan tindakan pada skala yang lebih besar seperti pengalihan:
• semua alamat yang berakhiran “/” ke alamat yang tidak menggunakan simbol itu atau dengan simbol yang berlawanan arah;
• file yang ekstensinya diubah;
• seluruh website dan semua resource-nya.

Secara garis besar:
• 301 redirect yang dikonfigurasi dengan benar akan membantu Anda menyingkirkan sejumlah besar masalah yang mungkin terjadi dalam bentuk:
• hilangnya referensi dan bobot URL eksternal;
• turunnya lalu lintas web saat pindah ke alamat situs baru;
• masalah dengan duplikasi halaman;
• downgrade posisi hasil pencarian ketika mengubah alamat halaman;
• tautan rusak, dll.

Apakah Anda telah menggunakan redirect 301? Bagikan komentar Anda di bawah artikel ini dan ceritakan pengalaman Anda dengan kami dan pembaca lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *